PABRIK TAHU: MODAL MURAH HASIL MEWAH

Industri kecil pembuatan tahu adalah salah satu usaha kelola pangan yang memiliki prospek pasar bagus  di Indonesia. Apalagi trend ke depan, orang lebih senang dengan masakan berbahan non hewani. Masyarakat modern semakin sadar kesehatan. Coba lihat, saat ini mulai banyak restoran dan outlet yang menyediakan aneka resep berbahan baku tahu. Ini artinya, tahu bukan lagi sekedar masakan kelas bawah. Kami bisa membayangkan bagaimana suatu saat nanti tahu juga memiliki restoran sendiri layaknya daging ayam dengan trademark KFC. Dan nanti, hubungan resiprokal permintaan penawaran akan terjadi. Jumlah pabrik tahu, diprediksi kian ramai.

PABRIK TAHU

INDUSTRI PEMBUATAN TAHU

Analisa Pabrik Tahu

Jumlah pengusaha tahu yang ada di Indonesia terhitung mencapai angka  15.000 pengusaha. Ini angka yang besar. Bahkan sangking besarnya,  menurut BPS, permintaan kedelai  lebih dari 90% di Indonesia digunakan sebagai bahan pangan olahan. Tahu dan tempe menyedot porsi yang paling besar hingga mencapai 88%. Sementara sisanya 10% untuk pangan olahan lain, dan 2% untuk benih. Total kebutuhan kedelai dalam negeri pertahun mencapai 2,4 juta ton. Naasnya produksi kedelai lokal hanya 900 ribu ton.

Produksi pertanian kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan
untuk bahan baku pabrik tahu. Dari analisa paling sederhana pun kita akan tahu jika ketidakmampuan produksi kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan menyebabkan peningkatan impor kedelai. Dari tahun ke tahun, permintaan kedelai juga tak kunjung turun, justru terus meningkat setiap tahunnya.

Permintaan kedelai yang besar dari pengusaha merupakan bukti jika peminat olahan tahu sangatlah masif. Tak heran, mereka tetap bertahan meski beberapa kali terjadi fluktuatif harga kedelai di Indonesia. Harga kedelai impor yang lebih mahal tak menyurutkan niat mereka untuk tetap beroperasi. Justru, kami melihat rata-rata para pengrajin lebih memilih kedelai impor, terutama yang dari Amerika. Biasanya varietas Pagoda. Dan ini  bukan tanpa sebab, mereka menganggap kedelai impor lebih baik untuk digunakan sebagai bahan baku untuk tahu karena kedelai lokal yang biasa digunakan sebagai bahan baku tahu, tidak tahan lama.  Selain itu, pengrajin lebih memilih kedelai impor Amerika karena ukuran lebih besar, warna putih, bersih dan lebih murah dibanding kedelai impor lainnya.

Namun layaknya barang impor yang diukur dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, maka fluktuasi harga adalah hal lazim. Untuk mengatasi fluktuasi harga kedelai biasanya para pemilik pabrik tahu bernegosiasi dengan supplier bahan baku kedelai agar tidak mengalami kerugian yang dapat berpengaruh pada proses produksi tahu. Salah satu cara yang sering dipraktekan oleh pemiliki pabrik adalah dengan melakuan sistem pembayaran bahan baku kedelai pra produksi dan pasca produksi. Dengan sistem pembayaran bahan baku kedelai sebelum produksi, supllier akan memberi potongan harga sebesar Rp.500/kilo gramnya. Sementara itu, pengrajin tahu yang menggunakan sistem pembayaran setelah produksi tidak mendapat potongan harga, namun akan di untungkan sebab mereka bisa memproduksi tahu terlebih dulu yang kemudian bisa dijual untuk membayar hutang bahan baku.

Dari beberapa pengusaha tahu yang memesan mesin tahu ke kami, mereka mengatakan bahwa margin keuntungan pembuatan tahu adalah sekitar 20 % – 40 % apa bila dijual secara grosir di pasar. Angka ini akan semakin naik jika di jual langsung ke konsumen. Jadi kentungan industri pembuatan tahu tidak bisa di anggap enteng. Lebi jelas kami paparkan draftnya.

Cara Membuat Pabrik Tahu

Tahu pertama kali dibuat oleh masyarakat tiong hoa didataran cina. Sudah dikenal sejak 2200 tahun yang lalu pada mas dinasti Han. Pembuatan tahu pertama kali di indonesia dikenal oleh pedagang imigran cina yang datang dan beranak pinak di Indonesia

Industri pembuatan tahu mulai berkembang sekitar abad ke-19. Saat itu warga pulau Jawa dilanda kelaparan karena cultuurstelsel (Tanam Paksa). Sumber pangan mulai sulit, dan saat itulah tahu muncul sebagai penyelamat. Awalnya memang di olah dengan cara yang sederhana dimana produksinya sangat terbatas. Namun dengan kehadiran teknologi, membuat pabrik tahu dengan skala besar mudah saja terealisasi.

Namun bagi anda yang masih baru dalam usaha produksi tahu. Lebih baik mencobanya dengan skala rumahan. Ini tidak begitu sulit. Yang paling penting adalah anda mengerti bagaimana cara membuat tahu yang di butuhkan oleh konsumen.

Perlu perhitungan, peralatan apa yang anda gunakan dan juga bahan baku tentu. Anda juga perlu riset harga dan proses distribusi. Anda bisa menggandeng Agen atau Pedagang Pasar yang tentu  anda tidak perlu repot mengantar tahu. Namun jika ingin keuntungan yang lebih besar, bisa langsunbg memasok Warung Sayur atau pedagang cemilan tahu seperti tahu bulat, tahu krispi, dan aneka cemilan tahu yang lain. Lebih lengkap mengenai hal ini anda bisa mengecek artikel kami : Bisnis Tahu di era modern.

Proposal Usaha Pembuatan Tahu

Proposal usaha pembuatan tahu merupakan draft hitungan kasar jika anda berniat membangun industri tahu. Salah satu kelebihan industri pembuatan tahu adalah biaya operasional bulanan masih tergolong kecil. Bahkan modal awal untuk membuat pabrik tahu juga tidak cukup murah.  Sebagai acuan pertimbangan laba rugi, silahkan lihat neraca modal penjualan di bawah ini :

Biaya Tetap :

  1. Mesin giling : Rp. 4.000.000
  2. Panci Besar : Rp. 700.000
  3. Kolam Lingkar : Rp. 1.100.000
  4. Pembuatan Tungku : Rp. 800.000
  5. Lain – lain Rp. 8.000.000,-

Total        : Rp. 6.700.000

Biaya Tidak tetap

  1. kedelai 50 Kg : Rp.360.000
  2. Kayu bakar : Rp. 100.000
  3. Karyawan harian : Rp. 80.000

Total                               : Rp. 540.000

Kisaran Besar Pendapatan industri Pembuatan Tahu :

Harga tahu biasanya di hitung per biji tahu. Untuk skala yang rumah tangga, jumlah produksi dengan kedelai 50 kg sekitar 2000 tahu dan dibungkus per plastik sebanyak 6/7 tahu per plastik dengan harga Rp. 2.000- Rp.2500. Dengan begitu, omset penjualan yang di dapat adalah Rp. 600.000-Rp. 700.000. Dari sini, seorang pengusaha bisa mendapatkan total keuntungan bersih antara  Rp. 180.000- Rp. 250.000 dalam satu hari. Dan untuk mengolah 50 kg kedelai menjadi tahu setiap harinya, para pengrajin akan meluangkan waktu skitar 8 jam.

Lamanya waktu juga tergantung jenis tahu apa yang anda buat. Proses pembuatan Tahu kuning atau tahu takwa yang berasal dari Kediri akan memakain waktu dan biaya yang berbeda dengan tahu putih. Tahu pong yang memiliki tekstur padat dengan pori-pori besar juga akan memerlukan alokasi kedelai yang berbeda di tiap potongnya bila dibandingkan dengan tahu sutera yang dikenal dengan tekstur halusnya.

Jangan lupakan pula, ampas tahu juga bernilai jual sekitar Rp. 10.000 / ember. Dan bila anda lebih kreatif, ampas tahu tidak akan berakhir sebagai pakan ternak. Ia bisa menjadi keripik atau camilan lezat lainya.

Permasalahan Pabrik Tahu : Limbah

Dari pembuatan tahu yang menggunakan cuka tersebut, pastilah akan menghasilkan limbah. Dan biasanya, para pengusahan tidak mempunyai tempat pengolahan limbah yang baik. Oleh sebab itu, limbah ini akan dibuang ke sungai serta akan merusak lingkungan. Untuk mengatasi persoalan ini dengan biaya yang super murah, silahkan cek artikel kami tentang sari bahari tahu.

Untuk Konsultasi usaha Tahu & Pembelian Mesin Pembuat tahu, Silakan Hubungi Marketing Kami:
ibu. Rina
 0813 3325 6975
 0878 5908 4101
 DCDD63F1
Klik 0813-3325-6975 (WhatsApp Messenger)